I. Pemilihan Bahan
Material Rumah Kaca Pertanian harus mampu menahan berbagai beban di dalam dan di luar rumah kaca, antara lain beban angin, beban salju, dan beban tanaman.

Kekuatan dan stabilitas material harus memenuhi persyaratan struktural rumah kaca, memastikan keamanan dan stabilitasnya dalam kondisi alam seperti angin dan hujan.
Bahan Rumah Kaca Pertanian harus memiliki ketahanan korosi yang baik untuk menahan erosi dari lingkungan yang keras seperti kelembapan dan salinitas.
Bahan tahan korosi yang umum termasuk paduan aluminium, pipa baja galvanis hot-dip, dan baja tahan karat.
Biaya pembangunan Rumah Kaca Sayuran harus dikendalikan dalam kisaran yang wajar untuk meningkatkan efisiensi ekonomi rumah kaca.
Meskipun rangka paduan aluminium terlihat estetis dan kuat, harganya relatif mahal; rangka pipa baja galvanis hot-dip lebih murah dan memiliki ketahanan korosi yang baik; rangka baja tahan karat cocok untuk aplikasi yang membutuhkan ketahanan korosi yang tinggi.
II. Desain Struktur Rumah Kaca Pertanian
Rentang dan tinggi rumah kaca harus ditentukan berdasarkan kebutuhan pertumbuhan tanaman dan ruang operasi.
Rentang yang wajar memastikan distribusi cahaya yang seragam di dalam rumah kaca, sedangkan ketinggian mempengaruhi ventilasi dan kemudahan pengoperasian.
Dalam merancang struktur rumah kaca Rumah Kaca Pertanian perlu memperhitungkan beban-beban yang akan ditanggungnya, antara lain beban mati seperti rangka dan bahan penutup serta beban hidup seperti beban angin dan beban salju.
Perhitungan beban merupakan langkah penting dalam memastikan keamanan struktural dan stabilitas rumah kaca.
Titik sambungan Rumah Kaca Sayuran harus dirancang secara wajar untuk memastikan sambungan yang aman dan kemudahan pemasangan.
Node koneksi harus menggunakan metode koneksi yang andal dan aman serta menjalani inspeksi dan pengujian yang diperlukan.
